Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Posyandu Nusa Indah 1 menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu sebagai bentuk dukungan terhadap peran perempuan, khususnya para kader kesehatan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan dari PT Century Batteries Indonesia melalui program INCOE Beraksi, serta didukung oleh Puskesmas Ciampel.
Acara ini menjadi momentum penting untuk mengapresiasi dan memperkuat kapasitas para kader posyandu sebagai “Kartini masa kini” yang berperan aktif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di lingkungan sekitar.Posyandu Nusa Indah 1 sendiri saat ini menaungi 120 balita dan 13 ibu hamil, sehingga peran kader dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan menjadi sangat krusial.Materi pertama disampaikan oleh Siti Sopiatun, M.Keb, yang membahas tentang pengenalan preeklamsia pada ibu hamil. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa preeklamsia merupakan salah satu kondisi berbahaya yang dapat terjadi selama kehamilan dan berisiko tinggi terhadap keselamatan ibu maupun janin.
Para kader diberikan pemahaman mengenai:Tanda dan gejala preeklamsia Faktor risiko yang perlu diwaspadai Pentingnya deteksi dini dan rujukan cepat Peran kader dalam mengedukasi ibu hamil di lingkungan masing-masing Dengan pemahaman ini, diharapkan kader dapat menjadi garda terdepan dalam mengenali risiko sejak dini dan mendorong ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.Materi kedua disampaikan oleh Ns. Desy Rizki Ariani, S.Kep., M.Kep, yang mengangkat tema metode komunikasi dalam promosi kesehatan. Dalam sesi ini, kader dibekali keterampilan komunikasi efektif agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:Teknik komunikasi yang persuasif dan mudah dipahami Cara menyampaikan pesan kesehatan yang menarik Pendekatan komunikasi berbasis empati kepada ibu dan keluarga Strategi menghadapi berbagai karakter masyarakat Materi ini sangat relevan mengingat kader posyandu tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai edukator di tengah masyarakat.Mendukung Peran Kartini LokalKegiatan ini menjadi simbol nyata dukungan terhadap perempuan, khususnya kader posyandu, sebagai agen perubahan di bidang kesehatan masyarakat.
Semangat Hari Kartini dihadirkan melalui penguatan kapasitas dan pemberdayaan kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar.Semangat kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut demi terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.